The Efficiency Of The Capital Market Against The Investment

The factors that can influence stock price will depend very much on the efficiency of the capital market where the stocks are traded.

PPM Manajemen3
Text and image block


Oleh : Christy Dwita Mariana, S.T., M.M., CRMO

           Faculty Member of PPM School of Management



*Tulisan ini dimuat di Majalah Sindo Weekly No. 41 Tahun V, 12-18 Desember 2016

Dalam penentuan alokasi dana atau sumber daya yang dimiliki, Anda akan dihadapkan pada pilihan: membaginya untuk kegiatan konsumsi saat ini atau untuk masa depan.  Kegiatan memanfaatkan kas saat ini untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang didefinisikan sebagai investasi. Istilah ini berasal dari kata investire (James C Van Horn, 1981).

Selanjutnya, Anda pun kembali dihadapkan pada pilihan untuk mengalokasikan dana Anda kepada instrumen investasi dengan tingkat pengembalian hasil (return) yang sejalan atau berbanding lurus terhadap tingkat risiko dari instrumen terkait.  Apabila Anda ingin memperoleh tingkat return yang tinggi, instrumen yang tepat adalah saham.

Ketika seorang individu telah memutuskan untuk berinvestasi pada saham, kegiatan investasi yang dilakukannya akan terjadi pada pasar modal. Pasar modal adalah pasar dari berbagai instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang yang dapat diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang (obligasi) maupun modal sendiri (saham) yang diterbitkan pemerintah atau perusahaan swasta.

Fungsi pasar modal adalah meningkatkan dan menghubungkan aliran dana jangka panjang dengan “kriteria pasarnya” secara efisien dan akan menunjang pertumbuhan riil ekonomi secara keseluruhan (Bruce Lliyd, 1976). Berdasarkan fungsinya terhadap perekonomian suatu negara, perkembangan pasar modal umumnya sangat sensitif terhadap berbagai peristiwa di sekitarnya, baik dari lingkungan ekonomi (inflasi, suku bunga, nilai tukar dan Pendapatan Domestik Bruto) maupun lingkungan non-ekonomi (bencana alam, situasi politik, keamanan negara).

Faktor-faktor yang dapat memengaruhi harga saham sangat bergantung terhadap efisiensi pasar modal tempat saham terkait diperdagangkan. Efisiensi pasar modal terdiri dari tiga bentuk utama, yakni efisiensi pasar bentuk lemah (weak form), bentuk setengah kuat (semi-strong form) dan bentuk kuat (strong form).

Efisiensi bentuk lemah menunjukkan bahwa harga saham merefleksikan semua informasi yang terangkum dalam catatan harga masa lalu. 

Adapun efisiensi bentuk setengah kuat adalah keadaan yang tidak hanya mencerminkan harga saham di waktu lalu, tetapi juga informasi mengenai kinerja perusahaan yang dipublikasikan.  Sementara efisiensi bentuk kuat dicapai jika harga tidak hanya mencerminkan informasi harga di waktu lalu dan informasi yang dipublikasikan, tetapi juga informasi yang dapat diperoleh dari analisis fundamental tentang perusahaan dan perekonomian serta informasi-informasi lain yang tidak atau belum dipublikasikan.

Dalam keadaan semacam di atas, harga sekuritas akan menjadi sangat wajar, dan tidak ada investor yang mampu memperoleh perkiraan yang lebih baik mengenai harga saham secara konsisten atau terjadi pasar persaingan sempurna pada pasar modal.

Untuk menganalisis efisiensi suatu pasar modal, Anda dapat menggunakan metode prediktabilitas return saham untuk efisiensi pasar bentuk lemah, metode event studies untuk efisiensi pasar bentuk setengah kuat dan pengajuan informasi private untuk efisiensi pasar bentuk kuat.  Ketika Anda sudah mengetahui bentuk efisiensi pasar modal tempat saham yang Anda minati diperdagangkan, selanjutnya Anda dapat menyusun strategi investasi yang tepat, yaitu apakah strategi aktif atau pasif.

Dalam strategi investasi aktif, Anda mengasumsikan bahwa terjadi kesalahan dalam pemberian harga (mispricing) pada saham yang sedang diperdagangkan. Hal ini dapat memberikan kesempatan bagi Anda untuk memilih berinvestasi pada saham yang ternilai oleh pasar masih di bawah nilai intrinsik saham tersebut, atau saham undervalued. Pada umumnya, strategi investasi ini dapat digunakan pada efisiensi pasar bentuk lemah atau setengah kuat.  Sementara untuk efisiensi pasar bentuk kuat, strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi investasi pasif, yaitu hanya mendasarkan investasi yang dilakukannya terhadap pergerakan indeks pasar.

Setelah menentukan strategi investasi, tetap saja tidak akan menutup seluruh kemungkinan Anda merugi karena kegiatan investasi yang Anda lakukan. Hal ini disebabkan oleh kondisi pasar modal yang sangat sensitif terhadap peristiwa ekonomi dan non-ekonomi yang sedang terjadi di sekitarnya.  Walaupun demikian, strategi ini dapat meminimasi risiko dari kegiatan investasi Anda. Setidaknya Anda dapat mengenal lebih dalam mengenai kondisi pasar modal dan saham sebagaimana kutipan yang disampaikan oleh Warren Buffett: “Risk comes from not knowing what you are doing”.


Leave a comment

You must be logged in to post a comment.