Persaingan dalam Pasar Bebas

Sejatinya MEA sebuah kesempatan bagi produsen Indonesia dalam mengibarkan kekuatan melalui produk lokal agar semakin mendunia.

Meinita Nurul Rahmawati

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan zona perdagangan bebas terbesar di dunia. MEA efektif berlaku mulai Januari 2016 dengan cakupan area 4.4 juta km2Tiga bulan sudah berlalu, tetapi sejauh manakah kita telah merespons peluang tersebut? Atau malah sebaliknya, MEA hanya menjadi hambatan bagi produsen Indonesia untuk semakin berkibar di kancah internasional. 

Sejatinya, MEA sebuah kesempatan bagi produsen Indonesia dalam mengibarkan kekuatan melalui produk lokal agar semakin mendunia. Perkembangan pesat media digital telah direspons dengan sangat baik oleh produsen, dijadikan sebagai media agar mampu bersaing di pasar global. Namun, hal tersebut tidaklah cukup memenangkan persaingan. Beberapa hal berikut mungkin dapat dimanfaatkan sebagai amunisi. 

Tidak Cukup Menciptakan  Differentiation, Ciptakanlah  Value 
Pemasaran sudah masuk pada definisi bukanlah menjual barang atau jasa, tapi menjual sebuah  value. Nilai intangible tersebut yang sulit ditiru oleh pesaing.  Value  dapat tercipta dari produk atau jasa itu sendiri, atau dari  success story  si  owner. Beberapa malah  didapatkan justru berdasarkan opini dari konsumen atau riset intensif. Bahkan, beberapa  value  tercipta melalui proses ketidaksengajaan. Tugas kita selaku produsen adalah meruncingkan dan mengomunikasikan  value  tersebut. 

Bentuk Komunitas 
Sosial media memberikan produsen ruang gerak cukup besar untuk dimanfaatkan. Opini dan rekomendasi yang diberikan lingkungan sosial terbukti lebih memiliki pengaruh kepada konsumen dibandingkan  tools  pemasaran lainnya atau opini dari artis terkenal. Sehingga kita bisa melirik para  blogger  yang sudah memiliki anggota komunitas. 

I Love Indonesia 
Masih ingat dalam benak kita perjuangan Rio Haryanto menuju kancah F1? Rio tidak berjuang sendiri, tetapi dukungan datang dari seluruh masyarakat Indonesia. Rasa nasionalisme yang dimiliki masyarakat Indonesia tersebut yang dapat kita manfaatkan sebagai bekal agar mampu bersaing di pasar global. Melalui  value  yang dimiliki dan komunikasi yang tepat, semangat nasionalisme Indonesia merupakan modal yang dapat kita manfaatkan. 

Ciptakan Kolaborasi, Tidak Sekedar Kompetisi 
Setiap produsen pasti memiliki kekurangan, namun dengan membentuk aliansi untuk kolaborasi, jelas akan memperkuat posisi Indonesia untuk mampu bersaing di pasar global. Kolaborasi dapat diciptakan lintas produk atau jasa dengan didukung bisnis model yang tepat.  Mindset kolaborasi terasa lebih positif, bahkan hal tersebut sudah dilakukan perusahaan global dan cukup dinilai efektif. 

Jadi? Masih takut dengan Pasar Bebas? 

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.