Pemilihan Jenis Investasi Pribadi

Pada dasarnya, terdapat dua jenis tujuan investasi dilakukan yaitu untuk meraih keuntungan dari investasi yang dilakukan atau memperoleh dana untuk capaian di masa yang akan datang.

Christy Dwita Mariana

Pernahkah Anda berpikir bahwa dana yang Anda miliki saat ini masih belum termanfaatkan secara optimal? Pernahkah terpikir tentang bagaimana cara mendapatkan keuntungan dari dana yang Anda miliki, namun dengan usaha yang seminimal mungkin? Apabila jawabannya adalah pernah, maka salah satu alternatif tindakan yang dapat dipertimbangkan adalah dengan melakukan investasi. 

Investasi berasal dari kata  investire,  menurut James C Van Horn (1981), merupakan kegiatan yang dilangsungkan dengan memanfaatkan kas saat ini dengan tujuan untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang. Sedangkan menurut Fitz Gerald (1978), investasi adalah aktivitas yang berkaitan dengan usaha penarikan sumber-sumber (dana) yang dipakai untuk mengadakan suatu barang. Dengan kata lain, investasi dapat dimaknai sebagai pengumpulan sejumlah dana pada satu atau berbagai instrumen investasi pada saat ini yang bertujuan untuk memperoleh sejumlah hasil di masa yang akan datang. 

Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah, jenis instrumen investasi seperti apa yang sesuai untuk Anda? Untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, hal pertama yang perlu dilakukan adalah kenali terlebih dahulu preferensi risiko yang Anda miliki. Apabila sudah mengambil keputusan untuk melakukan investasi, pada saat itu juga sudah harus mempercayakan sejumlah dana yang Anda miliki kepada lembaga penerbit instrumen investasi terkait. Tentunya, hal tersebut dapat berakibat kepada risiko yang akan dihadapi. 

Pada dasarnya ada tiga tipe preferensi risiko dari investor, yaitu  risk avoider,  risk taker  dan  risk neutral.  Tipe investor  risk avoider  adalah yang sedapat mungkin menghindari risiko, atau mengambil baik tindakan maupun pilihan instrumen investasi dengan risiko seminimal mungkin. Bagi investor tipe ini, investasi yang tepat dilakukan diantaranya adalah dengan berinvestasi di jenis aset finansial dengan risiko terendah. Aset finansial dengan risiko terendah diantaranya yang dapat menjadi alternatif adalah tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Dengan berinvestasi di salah satu atau keseluruhan alternatif instrumen investasi tersebut, investor pasti akan menerima sejumlah hasil pada jangka waktu yang telah ditentukan. 

Tipe investor berikutnya adalah  risk taker  atau yang berani mengambil risiko. Umumnya, tipe investor ini mengenal istilah high risk high return, atau  no pain no gain. Untuk para  risk taker,  selain aset finansial dengan risiko tinggi seperti saham, dapat pula berinvestasi pada jenis aset riil. Aset riil adalah jenis aset dengan wujud yang dapat Anda simpan atau miliki sendiri, contohnya logam mulia (emas), properti atau tanah. 

Selanjutnya, tipe investor  risk neutral  atau yang memiliki preferensi risiko moderat. Secara garis besar, tipe investor ini menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi dari para  risk averse,  namun dengan tingkat risiko yang tidak terlalu tinggi. Contoh instrumen investasi yang tepat bagi para  risk neutral  adalah reksadana infrastruktur (gabungan antara reksadana pasar uang dengan reksadana saham) atau obligasi, baik yang diterbitkan oleh swasta maupun BUMN. 

Setelah mengenali preferensi risiko yang Anda miliki, hal berikutnya yang dapat dilakukan adalah dengan menentukan tujuan yang ingin Anda capai. Pada dasarnya, terdapat dua jenis tujuan investasi dilakukan yaitu untuk meraih keuntungan dari investasi yang dilakukan atau memperoleh dana untuk capaian di masa yang akan datang seperti membeli rumah, mobil atau rekreasi. 

Akan tetapi, Anda sebaiknya tetap mempertimbangkan kebutuhan dana untuk operasional sehari-hari. Hal yang harus dihindari adalah sebagian besar dana yang Anda miliki telah tersisihkan untuk investasi, namun untuk dana operasional sampai harus melakukan pinjaman kepada pihak lain. 

Selanjutnya, Anda pun harus mengingat untuk tidak hanya memiliki investasi pada satu jenis instrumen investasi. Istilah ini dikenal pula dengan nama portofolio investasi, dengan tujuan untuk meminimasi atau mengelola risiko, dengan penyebaran risiko pada portfolio yang tepat, pemilihan jenis investasi yang memenuhi unsur keamanan serta  return  yang terkendali. Untuk itu, hal terakhir yang perlu dilakukan adalah pengawasan terhadap kinerja dari masing-masing unit investasi. Dewasa ini monitoring instrumen investasi sudah dimudahkan dengan berbagai  mobile account  yang dapat Anda miliki serta tinjau setiap saat dan dimana saja Anda berada. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk melakukan investasi Anda dapat menerapkan tindakan TASPENPONI: Tentukan prioriTAS, Kenali PreferENsi risiko Anda, Susun POrtofolio investasi Anda serta Lakukan  moNItoring  secara berkelanjutan terhadap portofolio investasi Anda. Tetap optimis, giat berinvestasi dan niscaya dana yang Anda miliki akan dapat termanfaatkan secara optimal. 

 Selamat Berinvestasi! 

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.