Kiat Mengakali Waktu

Alasan mengapa mengelola waktu menjadi amat penting adalah, karena hidup itu sendiri dinamis, pun demikian dengan kegiatan baik dalam bekerja atau apapun.

Arif Rachman

Wiwit, seorang pekerja swasta gontai berjalan. Padahal waktu sudah lewat dari 10 menit jam masuk kerjanya. Rupanya semalam, sehabis kuliah lanjut mengerjakan tugas dan kerja kelompok sampai larut malam. Di kantornya juga saat ini Wiwit menjadi sorotan tajam karena absensinya lambat laun yang terus merosot. 

Tak bisa dipungkiri, mungkin banyak juga Wiwit-Wiwit lain dalam dunia kerja, atau malah di kantor kita sendiri menemui orang seperti Wiwit, seorang pekerja sekaligus pelajar. Bagaimana kalau kita ada di posisi tersebut? Bagaimanakah caranya agar bisa menyelamatkan kedua-duanya? pekerjaan dan perkuliahan. Atau bahkan malah kita yang hanya sebagai pekerja tapi sering ‘kehabisan’ waktu, karena tidak bisa mengelolanya dengan baik. 

Sebut saja manajemen waktu, sebuah cara yang dapat dilakukan untuk menyeimbangkan waktu untuk dapat berkegiatan secara lebih terkontrol antara bekerja, belajar, bersantai serta beristirahat. Ketika dapat menyeimbangkan waktu, maka hasilnya adalah konsentrasi akan meningkat, produktivitas akan meningkat, dan tingkat stres pun akan berkurang. 

Alasan mengapa mengelola waktu menjadi amat penting adalah, karena hidup itu sendiri dinamis, pun demikian dengan kegiatan baik dalam bekerja atau apapun. Semua bergerak kearah lebih dan lebih, datangnya pekerjaan baru, tugas-tugas baru, tanggung jawab baru dan hal-hal yang prioritas lainnya membuat kita wajib ‘mengakali’ waktu. 

Sejatinya kunci dari mengelola waktu adalah perencanaan (planning). Tanpanya maka tidak akan optimal meraih pengelolaan waktu. Berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih terencana, lebih terorganisir dan fokus, biasakan tidak dengan sengaja menunda-menunda sesuatu. 

Dari berbagai literatur serta bahan ajar pelatihan-pelatihan pengelolaan waktu yang pernah menerpa penulis, berikut adalah beberapa kiat yang sekiranya bisa dijadikan pola kita dalam mengelola waktu. 

  1.  Memiliki daftar hal-hal yang harus dilakukan. Daftar ini seyogyanya berisikan kegiatan harian, tugas-tugas yang harus ditunaikan dalam waktu tertentu atau bisa juga merupakan rutinitas. Sebaiknya semua hal yang terdaftar disini haruslah sudah tercantum kapan selesainya dan tenggat waktunya. Jangan anggap enteng hal pertama ini, perencanaan yang matang adalah kunci, dengannya Anda dapat mengontrol waktu Anda sendiri. 
  2.  Kenali si prioritas. Lakukan skala prioritas, lihat mana yang utama mana yang tidak. Sejatinya tugas yang paling penting harus ada di kasta tertinggi dalam daftar. Bisa juga menggunakan prinsip pareto, yakni keberhasilan sebanyak 80% diambil dengan melakukan 20% usaha atau kegiatan yang lain. Maksudnya, jangan mengabaikan tugas-tugas yang besar dengan memperjuangkan hal-hal yang kecil dan akhirnya hasilnya tidak seberapa
  3.  Berani berkata TIDAK. Sesekali katakan tidak pada tugas atau kegiatan yang memang tidak bisa kita lakukan. Misalnya ditengah mengerjakan tugas lalu ada ajakan nonton bareng, katakan  “tidak, saya sedang ada tugas.”  Kelola hal mana yang harus dilakukan mana yang tidak. 
  4.  Ketahui kapan waktu produktif.  Suatu hal yang lumrah jika kinerja adalah tidak sama setiap waktu, ada  mood  bermain disana. Pastilah ada masa-masa kita lebih produktif sementara di sisi lain adalah masa produktivitas menurun. Temukan waktu terbaik Anda untuk melakukan hal yang cocok. Atau kalau perlu bangun  mood  Anda, temukan apa yang bisa menjadi  boosting mood 
  5.  Tiada sesuatu yang sempurna.  Tak ada gading yang tak retak, maka jangan bergelut tanpa jeda atau bahkan tanpa akhir demi mengejar kesempurnaan yang menurut Anda sendiri. Selesaikan saja disitu, atau bisa tinggalkan sejenak lalu kembali menoleh untuk mengerjakannya kemudian setelah melakukan kegiatan lain. 
  6.  Tidak boleh menunda. Jika masih sempat waktu, maka jangan tunda lagi, lakukan! Terkait waktu yang pendek, malah acapkali ketika dipepet waktu seseorang menjadi sangat luwes dalam mengerjakan sesuatu.  The power of "kepepet" 
  7.  Sayangi diri sendiri.  Semua agenda tugas dan kegiatan telah disusun, skala prioritas juga sudah dibuat. Kini waktunya ingat diri Anda sendiri, sertakan kegiatan bersenang-senang dan waktu istirahat untuk diri sendiri. Disitulah Anda pastikan benar-benar berhenti dari riuh rendahnya kesibukan, waktunya Anda mengisi ulang tenaga dan pikiran agar setelahnya segar kembali. Karena istirahat yang cukup adalah sebuah penghargaan bagi diri selepas menunaikan pekerjaan yang melelahkan. 

 Semoga dengan mengakali waktu, kinerja kita menjadi lebih produktif. 

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.