Kenali Calon Debitur Anda

Salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur rating debitur adalah dengan menggunakan ukuran finansial berupa rasio-rasio keuangan dari laporan historis keuangan debitur.

Lufina Mahadewi
Odoo image and text block

 

Oleh: Lufina Mahadewi, M.M., M.Sc. - Core Faculty of PPM School of Management

*Tulisan ini dimuat di SWA Online

Debitur, menurut kamus besar bahasa Indonesia ialah orang, atau lembaga yang berutang kepada orang atau lembaga lain. Pemberian pinjaman kadang memerlukan jaminan atau agunan dari pihak debitur. Jika seorang debitur gagal membayar pada tenggat waktu yang dijanjikan, biasanya proses koleksi formal dilakukan, dan kadang mengizinkan penyitaan harta milik debitur untuk memaksa pembayaran.

Bagi para kreditur, ada salah satu langkah dalam melakukan penilaian kelayakan kredit debitur. Adalah dengan melakukan penilaian risiko debitur. Penilaian risiko debitur dapat dilakukan dengan memberikan rating atau skor berdasarkan kemungkinan terjadinya kegagalan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Rating atau skor tersebut dapat menjadi dasar untuk mengelompokkan atau mengidentifikasi tingkat risiko dari setiap debitur yang dapat dijadikan salah satu pertimbangan dalam menentukan kualitas debitur (termasuk penentuan tingkat kewenangan pemutus kredit, pemenuhan agunan serta penetapan pricing atau alokasi risiko kredit debitur).

Salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur rating debitur adalah dengan menggunakan ukuran finansial berupa rasio-rasio keuangan dari laporan historis keuangan debitur, baik laporan neraca maupun laba rugi selama 2-3 tahun terakhir. Laporan keuangan tersebut dapat dijadikan suatu dasar atau panduan untuk mengukur kinerja keuangan debitur dan performa debitur secara berkala. Ukuran likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas debitur menjadi indikator rating risiko debitur.

Ukuran lainnya selain ukuran finansial adalah menggunakan ukuran kinerja debitur yang berupa kriteria-kriteria dasar, baik kriteria internal maupun eksternal secara kualitatif maupun kuantitatif. Kriteria-kriteria tersebut biasanya merupakan faktor kunci keberhasilan di industri debitur. Kriteria tersebut juga dapat dikombinasikan dengan ukuran finansial debitur.

Adapun ukuran tersebut mencakup kualitas kinerja keuangan, kemampuan membayar debitur (repayment capacity), tingkat kolektibilitas debitur, serta penilaian atas prospek usaha debitur yang terdiri atas penilaian terhadap prospek usaha secara makro (prospek industri); aspek pemasaran termasuk kompetisi, aspek teknis produksi, aspek pengelolaan manajemen; aspek pemenuhan terhadap legalitas usaha; aspek lingkungan (baik pemenuhan terhadap ijin atau AMDAL); aspek pemenuhan jaminan dan aspek lingkungan sosial yang memengaruhi usaha debitur.

Selain itu, ukuran lain yang dapat digunakan untuk menentukan rating debitur adalah pengukuran terhadap kemungkinan kerugian (expected loss) yang dihadapi oleh kreditur apabila debitur gagal melakukan pemenuhan terhadap kewajiban fasilitas kredit yang dimilikinya. Adapun rating juga bertujuan untuk mengidentifikasi kemungkinan debitur tidak mampu memenuhi kewajibannya (probability of default) dalam keadaan bisnis debitur berjalan normal.

Sistem internal rating dapat membantu bank untuk menetapkan suku bunga bagi debitur sesuai dengan karakteristik atau profil risiko debitur, selain itu internal rating juga dapat memberikan kemudahan bagi bank dalam menentukan pengelolaan risiko yang tepat bagi debitur tersebut dengan menggunakan metode stress test.

Stress test dalam hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kejadian buruk yang dapat menggangu tujuan dan likuiditas bank melalui pengukuran tingkat kesehatan dan keberlangsungan bank. Pengukuran tingkat kesehatan dilakukan dengan mengamati indikator permodalan bank yang menjadi cadangan bank ketika mengalami kerugian. Pengukuran tingkat likuiditas ditinjau dari sumber pendanaan operasional bank bilamana sumber pendanaan tersebut tertahan sehingga menyebabkan bank tidak dapat beroperasional seperti pada umumnya.

Melalui pengukuran stress test berdasarkan rating debitur, bank dapat menentukan kebutuhan modal dan melakukan simulasi atas return yang didapatkan dari debitur berdasarkan gambaran kondisi kejadian-kejadian atau risiko-risiko yang memengaruhi tingkat kesehatan dan keberlangsungan usaha.

Sistem internal rating secara keseluruhan dapat digunakan oleh bank untuk mengamati profil dan karakteristik dan sebaran portofolio kredit bank, sehingga manajemen dapat menggunakan informasi tersebut dalam menyusun strategi perkreditan bagi bank ke depannya.

Berdasarkan uraian diatas, sistem rating debitur dapat memberikan gambaran kepada bank mengenai bagaimana mengelola risiko debitur ke depannya terkait dengan pemantauan terhadap kinerja calon debitur sebelum dan sesudah pemberian kredit, serta level pemeringkatan terhadap risiko debitur.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.