Community System untuk Pelabuhan Kita

Beberapa pelabuhan di luar negeri bisa mengurangi waktu tunggu melalui penerapan teknologi terintegrasi, yang dikenal dengan PCS (Port Community System). PCS adalah sebuah platform elektronik berbasis teknologi

Fransiska Romana Sihotang
Odoo image and text block

 

Oleh: Fransiska Romana, M.M.Research Specialist, Organization Development Services | PPM Manajemen

*Tulisan ini tayang di Majalah Sindo Weekly No.21 Tahun VI, 24-30 Juli 2017

Nusantara terdiri ribuan pulau yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Sebaran pulau-pulau tersebut terkoneksi dengan berbagai moda transportasi. Dalam koneksi tersebut terjadi begitu banyak perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lainnya, berjuta logistik bergerak setiap hari, jam, bahkan menit. 

 

Data Worldbank pada 2016 menunjukkan indeks kinerja logistik (LPI) Indonesia berada di rangking 63, mengalami penurunan dari 2015 yang bertengger di urutan 53. Peringkat tersebut diberikan berdasarkan dengan skor rata-rata yang diperoleh untuk seluruh indikator pengukuran yang dilakukan, yakni 2.98 (skala 1-5). Nah, skor tersebut didapat dari penilaian terhadap international shipment, logistics quality and competence, dan tracking and tracing.

 

Bicara logistik Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kemaritiman, salah satu industri yang terlintas dibenak kita barangkali adalah kepelabuhanan. Dwelling time adalah kata yang banyak diperbincangkan saat ini. Hingga sekarang, Pemerintah berusaha untuk mengurangi waktu tinggal kargo di seluruh pelabuhan sekunder dan tersier dalam wilayah Indonesia.

 

Data berbagai sumber menyatakan, rata-rata waktu tinggal di Tanjung Priok turun menjadi antara 3,7-4,2 hari pada akhir 2016. Hal ini jauh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai waktu 1 minggu. Pemerintah bahkan menetapkan target waktu 2,2-2,5 hari saja.

 

Untuk mempercepat waktu tinggal di pelabuhan, Pemerintah terus menggenjot kinerja proses birokrasi di pelabuhan. Peningkatan kinerja dilakukan dengan melakukan percepatan proses layanan yang ada pada setiap poin kontak pelanggan ataupun pengguna layanan kargo di pelabuhan, meliputi pengelola pelabuhan, bea cukai, karantina, imigrasi dan lain sebagainya.

 

Berbagai langkah dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan pengurangan waktu tunggu tersebut, misalnya dengan penerapan teknologi dalam mendukung automasi dan pergerakan dokumen sehingga prosesnya menjadi lebih singkat dalam segi waktu. Selain itu, konektivitas dalam koordinasi dan proses persetujuan dokumen juga diprioritaskan.

 

Pemerintah bisa belajar dari negara lain dalam memecahkan persoalan waktu tunggu di pelabuhan. Di sana, waktu tunggu bisa diminimalisasi oleh para pemberi layanan di pelabuhan tersebut.

 

Beberapa pelabuhan di luar negeri bisa mengurangi waktu tunggu melalui penerapan teknologi terintegrasi, yang dikenal dengan PCS (Port Community System). PCS adalah sebuah platform elektronik berbasis teknologi yang menghubungkan sistem dari seluruh organisasi yang terlibat dalam aktivitas kepelabuhanan. PCS ini kemudian akan membentuk sebuah komunitas.

 

Misalnya saja, Port Valencia. Setelah penerapan PCS, pihak custom mendapatkan informasi daftar barang serentak dengan penerimaan daftar di pengelola pelabuhan. Pengecekan berjalan secara bersamaan antara pihak pelabuhan dan kantor pusat custom Spanyol. Proses pengecekan 5000 dokumen dilakukan dalam waktu 3 menit, jauh lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang dibutuhkan sebelum penerapan PCS yang mencapai 4 jam. Plus,  semua dokumen yang diproses paperless alias tanpa kertas. Puluhan pelabuhan di dunia yang menerapkan PCS juga telah mendapat manfaat positif sistem ini.

 

Integrasi yang melibatkan berbagai pihak dalam proses di pelabuhan mendorong kecepatan dalam pelayanan. Jika sistem ini berjalan di sekian banyak pelabuhan di Indonesia, percepatan waktu tunggu di pelabuhan pun bisa dicapai. Dengan begitu, indeks kinerja logistik Indonesia juga akan ikut meningkat.

 

Mari manfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.